Showing posts with label dengan. Show all posts
Showing posts with label dengan. Show all posts

Thursday, January 30, 2014

Jadi Eksportir dengan Modal Rp 5 Juta

Perjalanan Abdul Haris Noor merintis bisnis ukiran kaligrafi berawal dari kegagalan. Sebelumnya, dia pernah bangkrut ketika berbisnis mesin packaging mebel dan bangkrut pula dalam bisnis mebel. Namun Abdul pantang menyerah dengan memulai merintis usaha ukiran kaligrafi Hanya dengan modal Rp 5 juta.

Tidak mudah bagi AbduJ Haris Noor meraih sukses dalam bisnis ukiran kuligrali dari kayu jati. Pria kelahiran Jepara ilu harus melewati rintangan berat sebelum . akhirnya mampu jadi eksportir ukiran kaligrafi ko mancanegara.

Keberhasilan Abdul menghadapi rintangan tak lepas dari peran keluarganya yang hidup sederhana. Ia dibesarkan dari ayah yang pekerja keras yang berprofesi sebagai tukang Kayu. Berkaca dari orangtua, Abdul pun tumbuh menjadi sosok pekerja keras. Selain itu, pelajaran hidup yang diterima dari sang ayah membuatnya menjadi sosok yang teguh pada pendirian. Karena keteguhan itulah, Abdul enggan kuliah pada jurusan yang tidak ia inginkan. Setelah tamat Abdul mendapat tawaran beasiswa dari Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia di Curug, Tangerang, Banten,

Namun kesempatan belajar gratis menjadi pilot itu ia lewatkan begitu saja. Abdul hanya belajar dua pekan, setelah dia kembali pulang tanpa pamit pada pengeli tia kampus. "Saya merasa enggak nyaman, maklum orang desa," kenang Abdul.

Sejak hengkang dari kampus STIP, Abdul memutuskan memadi "pilot" angkutan umum di Jepara. Dari hasil menyopir itu. Abdul tetap menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung. "Uang imsaya pakai ongkos masuk kuliah,1 tetang Abdul.

Setelah dua tahun menjadi sopir Abdul memutuskan kuliah di Institut Pertanian Stiper Yogyakarta. di kampus itulah Abdul belajar tentang teknologi hasil hutan, termasuk teknologi yang berkaitan dengan pengolahan kayu

Setelah kuliah. Abdul sempat bekerja iii perusahaan baja, hingga akhirnya di PHK Namun begitu. Abdul tidak melupakan keilmuannya di bidang teknologi pengolahan hasil hutan.

Bermodal ilmunya itu Abdul mengajak sahabatnya mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi packaging mebel tahun 1999. Dengan membawa bendera CV Mitra Radiant, Abdul memasarkan mesin packaging mebel kepada perusahaan mebel di Jepara.

Hampir tiga tahun bisnis penjualan mesin packaging itu berjalan lancar. Sampai tahun2002, Abdul dan sahabatnya mulai pecah kongsi hingga akhirnya berpisah Saya memilih melanjutkan usaha sendirian," kata Abdul. Selepas itu, Abdul mendirikan perusahaan baru bernama Mandiri Wirastama, yang bergerak di bidang penjualan mebel. "Perusahaan ini berkembang hingga bisa ekspor," terang Abdul.

Tiga tahun lamanya, dua perusahaan itu berkembang beriringan. Memasuki tahun 2005, kedua perusahaan itu mulai goyah karena terlilil krisis finansial. "Banyak mitra bisnis saya tidak membayar tagihan, terang dia. Tagihan macet itu membuat kedua perusahaan im tumbang, Abdul mengaku mengalami kerugian hingga Rp 100 juta akibat kredit macet itu. Saya sempat menagih utang seperti pengemis," kenang Abdul.

Karena tagihan tak kunjung dibayarkan mitra, Abdul menghentikan operasional kedua perusahaan. Ia juga menjual aset perusahaan. Yang tersisa hanya Hp 5 juta," katanya. Walaupun usahanya bangkrut, Abdul tidak patah arang. Dengan modal yang tersisa. Abdul melirik peluang usaha baru yaitu ukiran kaligrafi dari kayu jan "Saya itu saya ganti namaperusahaan menjadi CV Radiant Suryatama," katanya.

Dengan modal seadanya, Abdul mempekerjakan tiga orang karyawan untuk membual ukiran kaligrafi tersebut. "Saya sempat jadi balian olokan karena bikin kaligrafi," kata Abdul. Setelah berhasil memproduksi kaligrafi, Abdul malah kebingungan menjual, karya itu hampir setahun lamanya Abdul tak kunjung mendapatkan pangsa pasar ukiran kaligrafi kayu itu.

Pada 2005, Abdul kemudian memutuskan ikut pameran kerajinan di Kementerian Perindustrian di Jakarta. Pameran inilah yang membawa perubahan bagi bisnis kaligrafinya. Selain mendapat pembeli, pameran Itu mempertemukan Abdul dengan teman lama yang mau memberikan bantuan modal tanpa agunan kepadanya. "Dari sil ulah nuk bidik bisnis saya," terang Abdul.
Read More..

Sunday, December 22, 2013

Perluas Usaha Anda Dengan Kredit Usaha Rakyat


Kredit Usaha Rakyat IndonesiaDalam perjalanan usaha yang telah kita rintis, mungkin kita tak menyangka bahwa usaha yang kita bangun ternyata telah melesat dengan pesatnya. Bisnis yang kita bangun dan gerakkan hingga sekarang telah mendapat respon yang bagus dari konsumen, sehingga kita merasa kelabakan untuk meladeni mereka. Kita tentu merasa bangga, puas, bersyukur, dan sangat senang dengan kondisi tersebut. Namun, keadaan tersebut kemudian membawa kita pada satu titik perenungan untuk berpikir bagaimana caranya agar usaha yang telah memiliki banyak pelanggan tersebut, bisa tetap sempurna melayani para konsumen. Mungkin anda akan setuju dengan pendapat banyak wirausahawan, bahwa kita harus berani untuk membesarkan usaha (bisnis) kita agar mampu memenuhi kebutuhan semua pelanggan yang semakin meningkat jumlahnya. Tentu kita tidak ingin khan???, jika misalnya para pemilik motor (konsumen kita)harus menunggu lama (antri) untuk mendapatkan layanan jasa cuci motor di usaha salon motor kita!!! Ya, agar mereka tidak mengalihkan cuci motornya ke tempat pencucian motor yang lain, ya tentu kita harus mampu memberikan jasa yang terbaik buat mereka. Salah satunya, seperti yang sudah tertulis di atas adalah dengan memperluas, mengembangkan, dan meningkatkan kapasitas usaha kita (menambah jumlah peralatan, membangun cabang baru, atau menambah tenaga kerja) . Hal itu selain bertujuan agar konsumen kita tidak berpaling, tentunya kita berharap akan mampu meningkatkan keuntungan bisnis kita. Namun yang sering jadi pokok masalah bagi para wirausahawan pemula adalah ketidakcukupan modal untuk mengembangkan bisnis mereka. 

Dalam memecahkan masalah tersebut, biasanya para pengusaha menempuh dua jalan. Yang pertama adalah dengan mencari investor/penanam modal untuk membantu dalam pengembangan usaha kita. Namun mencari orang yang bisa dan mau menanamkan uangnya pada kita tidaklah gampang, apalagi jika mereka meminta pembagian keuntungan yang tidak masuk akal. Akhirnya ditempuhlah jalan yang kedua, yaitu dengan berani mengambil resiko meminjam uang pada lembaga keuangan (koperasi atau bank) untuk membesarkan bisnis kita.

Pemerintah telah menyadari, bahwa banyak pengusaha kecil dan menengah di Indonesia sulit untuk medapatkan rekan bisnis yang mau menanamkan modalnya pada usaha kecil dan menengah (UKM) yang mereka miliki. Maka pada tahun 2007, dicetuskanlah ide untuk membantu UKM sebagai motor penggerak ekonomi bangsa di  sektor  riil dengan melahirkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat).
Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit untuk pembiayaan usaha produktif pada segment mikro, kecil, menengah, dan koperasi yang layak (feasible) namun belum bankable untuk modal kerja dan/atau kredit investasi melalui pola pembiayaan secara langsung maupun tidak langsung (linkage) yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Kredit dengan beberapa kriteria. Adapun yang dimaksud dengan bankable adalah dapat diartikan sebagai bahwa bisnis yang dijalankan atau yang akan mendapatkan "kucuran kredit dari pihak debitor atau bank adalah bisnis yang menguntungkan, investasinya aman dan dalam arti modal bisa kembali atau istilah ekonominya BEP (Break Even Point) dan memberikan keuntungan atau profit yang cukup atau tentunya yang lebih.

Kredit Usaha Rakyat hanya ditujukan pada para pengusaha kecil (mikro) dan menengah serta koperasi yang ingin memperluas usahanya. KUR tidak akan diberikan pada orang yang baru akan membangun usaha/bisnis. Untuk mendapatkan bantuan dana dari program KUR, anda sebagai wirausahawan  akan melalui 6 tahap yaitu :
  1. Anda sebagai pemiliki usaha kecil dan menengah mendatangi Bank yang ditunjuk pemerintah sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat untuk mencari informasi dan konsultasi. Hingga tahun 2012, ada tujuh lembaga keuangan (bank nasional) yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyalurkan dana KUR ke masyarakat, yaitu BRI, BNI, Mandiri, BTN, Bank Syariah Mandiri, Bukopin, dan BNI Syariah. Bank lokal BPD juga ikut sebagai penyalur kredit Usaha Rakyat.
  2. Menyiapkan persyaratan dokumentasi sesuai dengan yang ditetapkan Kantor Cabang Bank yang anda pilih, beberapa diantaranya KTP, SIUP, NPWP, Rekening Koran (listrik/telpon), Laporan Keuangan Usaha Anda, Agunan, dan lainnya.
  3. Mengajukan Surat Permohonan Kredit ke Bank yang anda tuju. Anda juga biasanya disuruh membuat proposal permohonan kredit dan profil usaha anda. Untuk  format surat dan proposal tersebut bisa anda minta contohnya di Bank yang anda datangi.
  4. Selanjutnya Bank Pelaksana akan melakukan penilaian kelayakan. Setelah kelengkapan dokumen sudah terpenuhi, petugas bank akan melakukan survey langsung ke tempat usaha anda untuk mendata kondisi usaha/bisnis anda, baik itu tempat usaha, prospek, karyawan, dan lainnya.
  5. Bank Penyalur Kredit akan memberi keputusan terhadap pengajuan Kredit Usaha Anda. Bank pelaksana berwenang memberikan persetujuan atau menolak permohonan kredit anda. Biasanya anda akan dikonfirmasi oleh pihak bank paling cepat dua minggu setelah dilakukannya survey oleh petugas bank.
  6. Setelah anda disetujui, langkah selanjutnya adalah melakukan pencairan kredit anda. Gunakanlah dana tersebut sebijak-bijaknya dan seefesien mungkin. Penuhilah kewajiban anda untuk membayar cicilan anda di bank dengan tepat waktu.
Selamat mengajukan kredit, semoga sukses!!!
Read More..

Thursday, December 19, 2013

Masjid dengan Kisah Lubang yang Menuju Mekkah

Masjid Agung Keraton Buton di Sulawesi Tenggara, merupakan peninggalan Kerajaan Islam Buton. Masjid ini punya kisah mengenai lubang yang menuju Mekkah.

Masjid Agung Keraton Buton juga dikenal sebagai Masjid Agung Wolio. Masjid ini berada di Kota Bau-bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

img

Bila melihat sekilas, masjid ini tampak biasa saja. Dengan bentuk persegi panjang, masjid tertua di Sulawesi Tenggara ini memiliki arsitektur yang sederhana. Tidak seperti Masjid Istiqlal di Jakarta atau Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) yang memiliki bentuk bangunan yang megah.

Masjid yang sudah mengalami pemugaran sejak pemerintahan Sultan Buton ke-37 pada tahun 1930 ini memiliki 12 pintu di keempat sisinya dan 12 jendela di bagian atas. Maksud dari jumlah pintu dan jendela tersebut adalah menyesuaikan dengan jumlah pintu pada Benteng Wolio yang juga berjumlah 12.

User posted image

Ya, dari luar masjid ini memang terlihat biasa saja. Namun, bila Anda masuk ke dalamnya ada yang mencengangkan dan membuat Anda mengucap "Subhanallah".

Seperti dilansir dari situs resmi Pariwista Indonesia, di dalam masjid agung ini terdapat pusena (pusatnya bumi) yang konon kisahnya sering terdengar suara azan dari Mekkah, Arab Saudi. Pusena ini berbentuk lubang yang berada tepat di belakang Mihrab.

Masyarakat sekitar mempercayai kalau bekas kompleks Kesultanan Buton ini berada di atas pusat bumi. Lubang yang berada di dalam masjid ini pun dipercayai mereka sebagai gua bawah tanah yang bisa langsung menuju ke Mekkah.

Selain, dianggap sebagai pintu Mekkah, lubang tersebut juga memiliki mitos lainnya. Konon, bila melongok ke dalam lubang pusena, Anda bisa melihat orang tua atau kerabat yang sudah lebih dahulu menghadap Sang Khalik.

Masjid Agung Keraton Buton cocok untuk destinasi wisata ziarah Anda dalam Ramadhan kali ini. Mampirlah jika Anda melakukan traveling ke Kota Bau-bau, Pulau Buton, Sultra.

Sumber :
detik.com
Read More..